Senin, 22 Oktober 2012

Jika Aku Menjadi Orang Sukses Dunia & Akhirat




Assalamualaikum Wr.Wb.

                Setiap makluk diciptakan dengan tujuan masing-masing. Mereka hidup karena suatu alas an. Dan aku disini juga karena suatu alas an.
Kata orang…… hidup itu adalah pilihan.
Memilih, ke kanan atau ke kiri.
Memilih, hitam atau putih.

Dengan begitu, kita akan tau siapa kita hari ini. Bagaimana kita mempersiapkan masa depan kita. Dan Aku, seorang remaja yang tentu akan terus tumbuh dan berkembang. Tentunya Aku juga mempunyai perencanaan untuk masa depanku. Dimana semua jerih paya, usaha, pengorbanan, dan air mataku hari ini tidak menjadi sesuatu yang sia-sia. Aku ingin semua itu berubah menjadi suatu kesuksesan. Yaaa, semua orang pasti menginginkan itu. Anggaplah ini merupakan tahap awal menuju kesuksesan itu. Karena kutau semua membutuhkan proses.
Lantas… apa yang perlu kita lakukan untuk itu ??? Apa sudah sesuai dengan kadar kesuksesan yang kita inginkan ? Nah, disinilah Aku dinilai apakah aku pantas mendapatkan kesuksesan itu. 

Mari kita pertimbangkan kembali kawan :) 


Aku memilih untuk menjadi seorang Dokter. Aku ingin menolong, menjaga, menyelamatkan orang-orang yang sakit karena Aku tau rasanya sakit walaupun Aku tau menjadi seorang dokter itu tidaklah mudah. Maka, yang kubutuhkan adalah terus belajar. Tapi, kesuksesan seseorang tak akan pernah ada bila dalam usahanya itu tidak dibarengi dengan doa. Ingat, siapa yang menciptakan kita, siapa yang mengizinkan kita untuk tetap hidup hari ini. Tuhan, Dialah yang berperan penting dalam setiap langkah kita.
Yaaa, terus belajar dan berdoa. Kita belajar, kita juga beribadah. Bukankah itu adalah jalan yang begitu bermanfaat. Coba pikirkan, dengan melakukan ibadah shalat, mengaji, dzikir, dan lain kita diberikan banyak Rahmat yang begitu banyak. Siapa lagi yang mau memberikan kebahagiaan dunia-akhirat selain Dia ?
Selain itu, Aku akan terus meminta doa kepada orang tuaku. Tanpa mereka juga doa mereka Aku sadar Aku bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Kejadian yang masih teringat dalam pikiranku tentang perjuangan orang tuaku demi sekolahku adalah ketika Aku mengatakan “Cari uang itu susah ya Pak” lalu apa yang dia bilang? Dia hanya berkata “Aku tak menyuruhmu mencari uang, Aku hanya ingin kau belajar” begitu ia memperhatikan sekolahku juga masa depanku ia tak pernah mau memperlihatkan kesusahannya di depanku. Semoga setiap hal yang mereka persembahkan, mereka lakukan untukku bisa kubalas meskipun tak sebesar pemberian mereka untukku. Amin.

Nah…. Belajar , berdoa, doa orang tua. Satu lagi yaitu tindakan. Seperti kata pepatah “tak ada keberhasilan tanpa tindakan” maka bertindaklah dari sekarang. Aku selalu ingatkan diriku pesan salah satu guruku di SMP bahwa ”kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” …………………

Aku tau kegagalan pasti menghiasi perjalananku ini, tapi bukan berarti Aku akan berhenti sampai disini. Meski terkadang merasa lelah, tak sanggup, dan tak kuat lagi … Insya Allah, Aku akan terus mencoba dan bertahan di tengah-tengah orang yang tak pernah menganggapku. Aku akan terus belajar dari pengalaman. Aku yakin Tuhan tak pernah tidur dan berhenti mendengarkan doaku. Aku hanya ingin menjadi lebih baik lagi, Tuhan……
Perguruan tinggi yang kuincar adalah Universitas Indonesia. Bila tak mampu aku ingin mencoba di Universitas Yogyakarta. Awalnya Aku ingin Universitas luar negeri tapi Aku tak ingin berangan-angan yang terlalu berlebih. Cukuplah untuk di negaraku dulu. Bila Allah mengizinkan, Aku pun sangat ingin menuntut Ilmu setinggi mungkin.  :)

 Kemudian, jika Aku telah menjadi seorang Dokter yang pertama kulakukan adalah membalas perjuangan orang tuaku. Aku akan berkunjung ke orang tuaku dan menunaikan ibadah Haji dengan mereka. Memperbaiki rumah orang tuaku. Bersedekah dengan mengatas namakan orang tuaku. Dan melanjutkan biaya sekolah adikku.

Yang kedua adalah Aku akan menikah. Melaksanakan kewajibanku dengan begitu tanggung jawab orang tuaku atas diriku sudah selesai. Entah apakah dengan pria pilihan orang tuaku atau pria pilihanku sendiri. Aku ingin menikah dengan pria yang bisa membimbing dan menjaga keluargaku kelak. Dia adalah orang yang pantas menjadi imamku kelak.

Tak lupa pula, kepada fakir miskin dan anak yatim. Aku tau kesuksesanku tidak bermakna apapun apabila Aku tak bisa berbagi. Apabila Aku tak menggunakannya di jalan Allah. Aku akan membuat suatu panti asuhan untuk anak yatim. Dan akan terus membagi rezeki bila ada kepada mereka yang membutuhkan.

Selain mencita-citakan pekerjaan yang baik, Aku juga ingin mempunyai keluarga yang Sakinah Ma Waddah Wa Rahmah.  Meskipun Aku tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setakwa Aisyah, pun tidaklah setabah Fatimah, Aku hanyalah seorang wanita akhir zaman yang ingin menjadi WANITA SOLEHAH…….


Aku ingin menjadi anak yang baik untuk orang tuaku. Aku ingin menjadi orang yang berguna untuk orang lain….

Aku ingin menjadi istri yang baik untuk suamiku. Aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku….
Dan Aku ingin menjadi salah satu penghuni Surga-Mu Ya Allah………………

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut

  • sobat bisa menambahkan dengan yang lain bila mau
 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design