Jumat, 28 September 2012

Sepotong Senja Untuk Mantanku




“Bagas, Lintang, Langit, Laut! Itulah nama anak-anak kita.” ucapmu semangat, dibalut senyum yang mengembang di sudut bibirmu.

“Matahari, Bintang, Langit, Laut? Artistik sekali ya?” jawabku menanggapi pernyataanmu.

“Jelas!” ujarmu singkat, tawamu tetap menyeruak.

Sudah beberapa bulan sejak peristiwa itu, namun ingatanku masih begitu kuat tentangmu. Masih tersulut tawa renyahmu, masih kuingat caramu mengungkapkan rasa, dan masih begitu lekat suaramu menggelitik gendang telingaku. Dulu, aku dan kamu sempat menjadi kita, kita yang saling menyatukan rasa. Sosokmu yang penuh tanya, memaksaku untuk terus mencari jawabnya. Inikah yang disebut cinta? Selalu butuh tanya dan jawaban.

Jarak antara Yogyakarta dan Bogor memang masih setia membusungkan dada, menyombongkan diri atas prestasi yang ia tekuni, memisahkan dua orang yang saling mencintai, menjauhkan dua insan yang masih saling berbagi rindu. Jarak memang tak selalu mampu kita tembusi. Sehingga kita berkencan dengan waktu, dan orang-orang menatapnya penuh tanya. Aku dan kamu menelan rindu diam-diam. Kita juga tak bisa berbuat apa-apa, ketika jarak memang mempunyai hak untuk menjauhkan.

Aku sempat jatuh cinta dengan banyak hal yang kamu perlihatkan padaku. Aku terperangkap hening dalam angan yang mengurai segala tentangmu. Absurd memang, tapi begitu nyata kurasa. Tanpa kata, tanpa praduga, masih ada bahagia yang menyentuh lemah di batas lelahku. Apalagi yang bisa kureka-reka kala itu selain bahagia bersamamu? Menikmati setiap inci jejak rindu yang hadir. Begitu sederhana, tapi bermakna.

Semua mengalir dengan begitu indah, hingga pada sewaktu-waktu kamu mengatakan hal yang mencengangkan, “Ibuku tidak terlalu menyukai wanita Jawa.”

“Lalu, bagaimana denganku? Bagaimana dengan kita?” tanyaku cemas.

“Tapi, aku menyukaimu.” Jawabmu singkat, aku tertegun. “Ibu baik kok, yang berhak memilih kan aku.”


Beberapa menit kemudian, kita berseteru. Percakapan yang mengalir lewat mata berkaca, kali pertama aku mendengar suara tangismu, begitu lembut, begitu tulus. Aku masih ingat usaha kerasmu untuk menguatkan langkah kita, agar tak ada yang merasa tersakiti di tengah jalan. Seandainya tak ada jarak, mungkin kita bisa saling menguatkan. Tapi, apalah daya yang kaupunya dan kupunya? Kita hanyalah dua manusia angkuh yang nekat melawan arus perbedaan. Aku dan kamu hanya ditakdirkan untuk berkenalan bukan untuk menjadi pasangan kekasih Tuhan.

Rindumu dan rinduku tak lagi saling menyapa. Aku dan kamu takkan mungkin bisa seperti dulu, semua berbeda, semua berubah. Aku dan kamu tak mungkin lagi menjadi kita, karena disana mungkin kau telah bersama pilihanmu, dan disini aku telah bersama pilihanku.

Kutahu kaubegitu mencintai senja dan kilau lembutnya. Kutahu kausempat memimpikan bisa melihat senja bersama dengaku, bersama dengan anak-anak kita. Tak sempat kulihat wajah Bagas, Lintang, Langit, dan Laut, karena perpisahan tergesa-gesa menjalankan tugasnya, untuk membuat aku dan kamu seakan-akan tak pernah saling mengenal.

Maaf, karena aku tak mampu memberi keindahan dalam hidupmu. Maaf, karena aku tak bisa menggambarkan senja di bola matamu. Maaf, karena kubiarkan kamu memasuki hidupku. Harusnya kuakhiri segalanya, ketika kubiarkan kaumasuki hidupku. Jadi, takkan pernah ada kita dalam dongeng sebelum tidur ataupun dalam sejarah yang tak dibukukan.


Biarkan saja angin bersenandung sendiri

Biarkan saja wajahmu menggantung dalam sunyi

Biarkan saja tawa renyahmu menghantui hari

Itulah tanda

bahwa aku membiarkan diriku

untuk tetap merindukanmu

Hingga sekarang, masih ada doa yang mengaliri malam-malammu

Masih ada doa yang menghakimi kebahagiaanmu

Masih terucap lirih doaku, untuk menuntunmu pulang

kesini…

pulanglah…

aku merindukanmu



** 13 Okt, ponselmu dan ponselku jadi saksi, dua hati menjadi satu, melebur dalam perbedaan. Untuk pria yang sempat menjadi senja dan malamku, pria yang menjadi teman begadangku, si kriting  yang pernah menjelma menjadi tangis dan tawaku.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut

  • sobat bisa menambahkan dengan yang lain bila mau
 
Free Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design